Sabtu, 11 April 2015

Yolo, Dont Hate If You Dont Know, and Difference but Same



Sebelum saya mau curhat lebih jauh dan menanggapi Album Terbaru Pee Wee Gaskins yang di tulisan blog ini saya mau mau minum Susu dahulu, Oke susu ditangan kanan saya “sruuuupps” "aah..., LCD laptop didepan saya dan Alhamdulilah saya masih hidup bisa melanjutkan menulis ini, bentar bentar saya mau menanyakan kabar dahulu buat semuanya, Mas Dochi, Pak Sansan, Mas Ayi, Mas Omo, dan mas Aldy… How are You?
I Hope you its cool. And I Hope Read this. I’m write about two topic, sekali mendayung dua pulau terlampaui, sekali ngeblog dua topic terlampaui, check this out:

 “YOLO, Don’t Hate If you Don’t Know That” and “Difference but Same”


Awal mula saya tak mengerti apa itu Pee Wee Gaskins, band Pop Punk  asal Jakarta Selatan yang  digawangi oleh Dochi, Sansan, Aldy, Ayi dan Omo yang sekarang sudah tak asing lagi di kancah Lokal maupun Internasional malah PWG sendiri saling kenal dan dikenal beberapa band TotalFat, Hi Standard, Ken Yokoyama, NOFX, Lagwagon dll.  Pertama saya mengenal PWG berawal dari dari teman yang sering  mengeplay “You Throw The Party We Get The Girls” sejak kelas 1 SMA dan saat ini sudah semester 6, 2 semester lagi Lulus apabila Allah mengehendaki. Sejak kecil saya sudah suka musik karena dipengaruhi oleh beberapa factor dan kesengan pada diri, Awalnya (dulu) saya hanya sering mendengarkan band band luar yang lumayan tua kalo sekarang, diantaranya seperti: Blink-182, Greenday, New Found Glory, NOFX, MXPX, Good Charlotte, System Of a Down dll,masih banyak sengaja tidak saya tulis karena ada kemungkin pembaca blog ini mungkin tidak peduli saya mau dengerin apa, mungkin.. (maybe Yes maybe No). Uraian music band di atas unsur utamanya adalah Punk. Tapi kesukaan music saya tidak hanya refrensi punk saja melainkan lintas genre karena mencoba selalu terbuka dan tidak menutup telinga. Awal mula saya Setelah mendengar lagu PWG mulai merasakan nyaman dan secara spontan antara otak, hati dan tangan selaras mulai mencoba  mengetahui latar background atau sejarah pwg itu sendiri. Dengan mengetahui antara music yang berbeda dari yang lain walau banyak band yang mengusung music Pop Punk, lirik PWG yang sangat mudah dicerna dan background / sejarah  PWG yang sangat menarik dari proses kesuksesan, Pro-Kontra PWG yang inilah itulah yang katanya Kontradiksi (dalam artian negative) yang sampai  sekarang ada Haters berdatangan walau seiring berjalanya waktu sudah berkurang karena sudah sadar, Alhamdulilah. Setelah tahu background PWG sendiri saya merasa heran dari beberapa fans base dari The Changcuters, Superman is Dead, dll mereka membencinya sedangkan pertemanan antara PWG dengan The Changcuter, Superman Is Dead sendiri sepanjang dari sudut pandang lensa saya sampe sekarang itu baik baik saja, As Far As I Know, It’s fine. Ini menjadikan pertanyaan tersendiri dan saya tidak begitu suka dengan  omongan orang apalagi kata orang.  Untuk mengetahui yang sebenarnya akhirnya saya mengamati langsung karena hobi saya suka nonton band (Tidak hanya konser  Pee Wee Gaskins). Fakta yang terjadi Dari beberapa fans base band lain yang menyatakan anti terhadap PWG dan seiring berjalanya waktu mulai dari stage ke stage pwg,  mengetahui bahwa kesimpulan dari haters pwg berawal hanya dari sekelompok fansbase dan orang biasa penikmat musik yang tidak mengatas namakan fans base itu kenyataanya hanya ikut ikutan membenci karena  terpengaruh informasi salah dari perkataan orang yang salah, media orang salah karena mereka tidak tahu latar belakang / background (yang dimaksut lebih dalam adalah kurangnya informasi yang real/factual) terhadap PWG. Mereka menganggap bahwa PWG sombonglah apalah, saya akan menjawabnya “Tidak”, Statemen “Tidak” ini bukan justifikasi terhadap saya atau penikmat music PWG lainya bahwa PWG sombong atau apalah. Karena saya pernah bertemu langsung mereka enak diajak ngomong, bercanda, Tanya jawab layaknya  teman sendiri, bahkan tidak hanya personil PWG saja melainkan Crew dan Mas Regi (manajer PWG pada waktu itu) datang membeli sebuah makanan dan sebangku with me and I Chin Wag dan  nyambung kebetulan kami ngomongin kedatangan A Day To Remember dan mereka (A Day To Remember) suka terhadap desain-desain merchandise band di Indonesia sampe lupa waktu kalau udah sepertiga pagi.  Saya masih inget betul sampe sekarang  tahun 2012, waktu itu disalah satu hotel joga dan tepat pada hari itu juga lagi Ujian Nasional SMA dan saya malah asik pergi luar kota nonton Live Konser dengan hujan deras tetap untuk menontonnya, yang lain belajar saya kluyuran nonton band tidak tidur sampe pagi karena habis konser ada gathering dan ngumpul bareng PWG. Balik ke kota sendiri capek  dan langsung  Ujian Nasional dan semua dilakukan demi kepuasaan walaupun ini Extreme bagi saya sekarang. Get out of It. Dulu Hampir semua Live Konser Pee Wee Gaskins kalo dekat dengan kotaku Temanggung diantaranya secara geografis yaitu di Semarang, Magelang, New Yorkarto eh typo yang benar Yogyakarta, Salatiga dan sekitarnya minoritas konser pwg saya saksikan walaupun PWG belum pernah ke Temanggung. Berbeda dengan sekarang karena lumayan sibuk kuliah jadi sekarang jarang menoton Live Konser PWG karena saya lebih menimbang mana yang lebih penting dan harus wajib dilakukan dan akhirnya ketika ada PWG konser pasti terbentur dengan kepentingan kuliah tapi hal ini tidak menyurutkan saya dalam mengetahui tentang pwg yaitu dengan cara memanfaatkaan media Internet nonton dari Youtube, Website, Blog, Twitter, Facebook, Instagram dan Lainya, Album yang digarap PWG saat ini A Youth Not Wasted saat ini bagi saya agak sedikit berbeda dan menarik dari Album sebelumnya, semula di Album Stories From Your Highschool dan The Sophomore dengan ciri khasnya hampir sama yaitu dominan Synth yang menonjol, Album Ad Astra Per Aspera  Key / Synth yang   menonjol tidak begitu tapi lebih halus lembut dan Key / Synth sangat lebih banyak sebelumnya tapi intinya sama yang berarti tapi tidak keluar konteks, saya mendengar beberapa lagu yang dibawakan saat konser seperti  My Sassy Girls dan lagu A Youth Not Wasted cuplikan di Instagram ini sangat Pop Punk yang artinya Luas semua akan bersinggungan dengan band lainya ketika kita sepintas mendengar tapi lagi tersebut kental dengan Pee Wee Gaskins. Ada yang bilang wah PWG mirip band ini mirip itu, kalo menurutku arti Pop Punk sangat luas dan Album PWG yang A Youth Not Wasted sekarang beda tapi Pee Wee Gaskins sendiri tidak kehilangan ciri kas nya / tidak Luntur dari sebelumnya . I Hope the new Abum A Youth Not Wasted will be Asap. bisa keluar walaupun kata Dochi Mixingnya di US bisa secepatnya dan seperti biasa mengedarkan Fisik Album dalam CD dan bisa didengarkan oleh penikmat music seperti saya. By The Way Happy Birthday to Pee Wee Gaskins  yang ke 8. Tetap maju dan berikan karya terbaik! Bee's Knees. TYVM.

 #HAPPYBIRTHDAY #PVIIIG #CHOASANSAN #DOCHISADEGA #AYIMAHARDHIKA #ALDYKUMIS #REZAOMO #INHERITPOPPUNK #AYOUTHNOTWASTED #MYSASSYGIRLS


Senin, 01 April 2013

Mengapa Yahudi Pintar Genius? Ini Rahasianya Orang Yahudi



Kaum Yahudi adalah kaum yang paling pintar di dunia. Anda tahu, kan, Einstein? Steven Spielberg? Mark Zuckerberg (pendiri Facebook)? Itzhak Perlman (violis dunia)? atau mungkin (si Harry Potter)? Semua adalah Yahudi. Hampir dari produk-produk terkenal yang ada di dunia merupakan produk dari Yahudi. Mulai dari bangun sampai tidur, bohong namanya kalau Anda mengatakan tidak pernah menyentuh produk Yahudi. Dari Google, Intel, Unilever, Disney, semua Yahudi. Mungkin ada yang penasaran, kenapa ya kok produknya bisa dimana-mana? canggih pula? Hanya satu jawabnya karena mereka pintar. Dalam kitab-kitab lama, di sebutkan bahwa mereka memang dianugrahi otak yang encer oleh tuhan semesta alam. Belum lama ada artikel yang membahas tentang kepintaran Yahudi dan bagaimana mereka menjaganya. Artikel ini ditulis oleh Dr. Stephen Carr Leon yang telah tinggal di Israel selama tiga tahun untuk meneliti tentang kenapa Yahudi pintar untuk mendapatkan Phd-nya. Tesis untuk karyanya ini saja membutuhkan waktu delapan tahun karena dibutuhkan data-data yang setepat mungkin untuk ini. Dalam karyanya, ia membahas habis kehidupan Yahudi dari tahap mengandung, melahirkan, dan kehidupan setelahnya. Mari kita baca, kutipan berikut ini, … Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami. Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika. Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?” Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”… Wow, bahkan sebelum si anak lahir, sang ibu sudah mengajarkan matematika untuknya. Hal yang unik lagi dari gaya hidup Yahudi adalah, makanan yang mereka makan, dan pola makannya. Sejak awal sang ibu mengandung, ia jadi gemar sekali makan kacang badam dan korma dengan susu, roti dan ikan tanpa kepala, serta salad yang dicampur dengan badam dan kacang-kacangan. Menurut sang ibu, ikan sangat baik untuk perkembangan otak bayinya sedangan kepala ikan mengandung zat kimia yang akan merusak perkembangan otak. Saat mengandung pun, si ibu rajin sekali meminum pil minyak ikan sampai melahirkan. Di dalam artikel tersebut disebutkan bahwa saat makan, Yahudi selalu menyajikan salad dan kacang badam, tentu saja ikan juga. Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging karena menurut mereka, campuran daging dan ikan tidak baik jika dimakan bersama2. Disebutkan juga bahwa pola makan mereka unik. Di kebanyakan negara, makanan disajikan dalam tiga tahap, appetizer, main course, dan desert (yang biasanya berupa buah-buahan). Kalau Yahudi, mereka menyajikan buah-buahan dulu sebelum menyajikan main course. Alasannya sederhana saja, karena menurut mereka, jika makan makanan utama (karbohidrat) di awal, mereka akan mudah mengantuk sehingga tidak bisa belajar dengan baik di sekolah. Kemudian, gaya hidup yang sangat penting yang harus dicontoh adalah, bagi mereka MEROKOK ITU TABU. Orang Yahudi sangat membenci rokok, kalau Anda berkunjung ke salah satu rumah mereka, dan Anda merokok, jangan heran kalau sang tuan rumah dengan tega mengusir Anda dari rumah. Penelitian terbaru Yahudi akhir-akhir ini adalah bahwa rokok akan merusak otak yang kerusakannya bisa diturunkan ke keturunan mereka. Mereka tidak ingin keturunan mereka nantinya tercemar oleh racun-racun rokok yang merusak otak mereka, mereka sangat menjaga anugrah kepintaran yang dilimpahkan kepada mereka. Sejak kecil, anak-anak Yahudi sudah memperhatikan apa yang masuk ke dalam perut mereka. Mereka sangat menyukai buah-buahan, kacang badam, salad, dan ikan. Rata-rata, anak-anak Yahudi bisa berbicara tiga bahasa, Bahasa Ibrani, Arab, dan Inggris. Mereka juga sejak kecil telah dilatih bermain musik, entah biolah ataupun piano, karena ini adalah sebuah kewajiban. Menurut penelitian mereka, belajar musik sedari kecil dapat merangsang pertumbuhan IQ. Saat sekolah mereka diajari matematika dengan basis perniagaan, pelajaran IPA diutamakan. Mereka juga diwajibkan untuk berolahraga. Olahraga yang diutamakan adalah menembak, memanah dan berlari. Menurut mereka, menembak dan memanah dapat melatih fokus sedangkan menembak merupakan sarana mereka untuk melindungi negara mereka nanti. Saat bersekolah di Sekolah Menengah, mereka diwajibkan untuk menemukan sebuah produk baru. Walaupun produk yang diciptakan produk-produk lucu dan memboroskan uang, mereka tetap menelitinya dengan serius. Yang mengejutkan lagi adalah bagaimana fakultas-fakultas ekonomi Yahudi mensyaratkan mereka untuk lulus. Untuk lulus, mahasiswa fakultas ekonomi Yahudi diharuskan membuat sebuah team project yang satu tim nya beranggotakan 10 orang, dan mereka bisa lulus setelah projek mereka mendapat untuk 1 juta US dollar. WOW. Bayangkan !! Bagi mereka, melahirkan keturunan yang cerdas adalah sebuah keharusan. Nah, bagaimana dengan Indonesia?? Bagaimana bangsa ini membina kaum mudanya agar sepintar Yahudi? Bandingkan dengan negara tetangga, Singapura saja misalnya, harga rokok sangat mahal. Sedangkan di Indonesia, rokok terbilang sangatlah murah. Di mana-mana orang merokok, di jalan, naik motor, naik mobil, makan, minum, tidur (??), di angkringan, di hotel, di restoran, ada saja orang yang merokok. Bagaimana dengan keturunan kita nanti, jadinya?? Bahkan Dr. Stephen sendiri saja mengatai Indonesia (maaf) “Goblok!!” dalam artikel tersebut. … “Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!! “Hasil-nya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia? Apalah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri!” Jadi, bagaimana? Ayo kita bersaing dengan Yahudi dalam hal-hal yang positif saja. Buktikan bahwa kita pun bisa sepintar dan secerdas mereka. Sekarang pun bohong namanya kalau kita masih menjunjung nilai moral ketimuran. Apakah kita mau disebut sebagai baik bangsa yang bodoh maupun bangsa yang tidak bermoral? Makanya, ayo perbaiki kedua-duanya mulai dari diri sendiri. Mulailah dari tidak merokok! heheh. Maka dari itu kita bias mengambil hikmahnya dari sebuah hal positif dari Yahudi itu sendiri. Yang jelek jangan di contoh ya gan J
Daniel Radcliffe

Jumat, 01 Februari 2013

Membaca Gejal dari Jelaga

Membaca Gejala dari Jelaga